top of page

Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kaltim

298 Badan Publik Ikut E-Monev, 25 Masuk Kategori Informatif



SAMARINDA–Komisi Informasi (KI) Kaltim melaksanakan malam anugerah keterbukaan informasi publik tahun 2023, Selasa (19/12) malam, di Hotel Senyiur Samarinda. Malam anugerah ini menjadi puncak pelaksanaan e-monitoring dan evaluasi (e-monev) keterbukaan informasi publik bagi badan publik di Kaltim. Hadir dalam malam anugerah ini, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, Ketua Komisi Informasi Pusat Donny Yoesgiantoro, perwakilan badan publik dan lima komisioner Komisi Informasi Kaltim.





Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dalam sambutannya daring via Zoom Meeting mengatakan, pihaknya mengapresiasi KI Kaltim yang telah melaksanakan e-monev. Demikian juga pihaknya memberikan apresiasi kepada badan publik yang sudah masuk kategori informatif. “Bagi yang belum informatif, jangan berkecil hati. Tahun depan, harus bisa. Komisi Informasi akan melakukan pendampingan,” kata Akmal Malik.


Lebih jauh ia berharap, KI Kaltim dan KI Pusat terus memberikan pendampingan agar badan publik di Kaltim makin kuat dan patuh terhadap keterbukaan informasi publik. Apalagi memang keterbukaan informasi publik menjadi hak warga negara. “Saya juga menginformasikan kabar gembira bahwa peringkat Kaltim dalam hal keterbukaan informasi publik terus membaik. Tahun ini kita masuk 8 besar nasional sebagai provinsi yang informatif. Saya berharap, keterbukaan informasi publik di Kaltim terus meningkat dari tahun ke tahun,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro dalam sambutannya via Zoom Meeting juga memberikan selamat kepada Kaltim khususnya yang berturut-turut masuk kategori provinsi yang informatif. Donny juga menyatakan selamat kepada badan publik yang sudah mengikuti e-monev yang dilaksanakan KI Kaltim. “Selamat kepada badan publik yang informatif. Sejatinya ini bukan sekadar kontestasi, namun kami berharap keterbukaan informasi publik menjadi hal yang dipatuhi badan publik,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua KI Kaltim Ramaon D Saragih menjelaskan, tahun ini ada 298 badan publik di Kaltim yang ikut dalam e-monev. Badan publik itu dibagi menjadi sembilan kategori, yakni pemerintah kabupaten kota, instansi vertikal provinsi, instansi vertikal kabupaten kota, badan layanan usaha daerah (BLUD), perangkat daerah tingkat provinsi, yudikatif, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penegak hukum dan penyelenggara pemilu.


“Secara kuantitas memang jumlahnya menurun dari tahun lalu, namun secara kualitas, makin meningkat. Keikutsertaan kali ini mencapai 85 persen. Kemudian ada 25 badan publik yang masuk informatif. Kami berharap, ke depannya makin banyak badan publik di Kaltim yang informatif,” harapnya.

Sesuai dengan surat keputusan Komisi Informasi Kaltim Nomor 001/KEP/KI-Kaltim/XII/2003 tentang

Penetapan Hasil E-Monitoring dan Evaluasi Kepatuhan Badan Publik di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2023.


Hasil e-monev yang dilaksanakan KI Kaltim menetapkan, untuk BLUD, RSUD Atma Husada Mahakam Samarinda ada diperingkat pertama, disusul oleh RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan diperingkat kedua dan Puskesmas Kota Samarinda diperingkat ketiga. Sementara untuk kategori BUMD, peringkat pertama diraih oleh PT BPD Kaltimtara, disusul oleh Perumda Batiwakkal dan ketiga PT Melati Bhakti Satya. Kemudian untuk instansi vertikal kabupaten kota peringkat pertama adalah Lapas Narkotika Samarinda, disusul Badan Pertanahan Nasional Kutai Kartanegara dan ketiga Kantor Pertanahan Kota Samarinda.


Untuk kategori instansi vertikal provinsi, peringkat satu diraih oleh Badan Pusat Statistik Kaltim, disusul oleh Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kaltim dan ketiga diraih oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Kaltim. Sementara untuk pemerintah kabupaten kota, Samarinda meraih peringkat pertama untuk kali ketiga, disusul oleh Pemerintah Kota Bontang dan ketiga Pemerintah Kota Balikpapan. Untuk kategori penegak hukum, Badan Narkotika Nasional Kota Balikpapan meraih peringkat pertama, disusul Kejaksaan Negeri Balikpapan. Lalu kategori penyelenggara pemilu, semuanya diborong oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sementara untuk KPU tak satupun masuk nominasi. Yakni peringkat pertama, Bawaslu Penajam Paser Utara, lalu Bawaslu Kabupaten Berau, dan Bawaslu Balikpapan.


Sementara kategori perangkat daerah, kali ini yang juara adalah Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, disusul oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim dan peringkat tiga diraih Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim. Sementara untuk yudikatif, Pengadilan Agama Tenggarong menjadi yang terbaik, disusul oleh Pengadilan Agama Bontang dan ketiga Pengadilan Agama Balikpapan. (*)

bottom of page